Pengikut

Nuffnang

Selasa, 29 Disember 2015

Anwar Ibrahim

0 ulasan
sumber :-

Anwar Ibrahim


Why Anwar Ibrahim is still relevant

Posted: 28 Dec 2015 09:07 PM PST

Malaysiakini- Yee Siew Meng

There are some in PKR who forget quickly; perhaps their amnesia is hastened by politics and blind loyalty to factions?

There are some who follow opposition politics from a distance and echo the statements of those in PKR who say that party president and opposition leader Dr Wan Azizah Wan Ismail is allowing her emotions and personal agenda to free Anwar Ibrahim, to take over the main agenda of the party and the coalition.

This cannot be further from the truth. Anwar Ibrahim is still relevant, and I will explain why.

In a report by Free Malaysia Today last Monday, Sepang PKR branch chief Arffain Mohamed insisted that deputy president Azmin Ali should instead helm the party – which only reveals his political intentions.

It appears that only Umno knows and understands the severe threat that former deputy prime minister and opposition leader Anwar Ibrahim still poses to the ruling BN coalition. Sadly, many in the opposition have declared that it is time to move on from Anwar or insist that Anwar is now irrelevant.

Looking at the diverse political ideologies within the opposition ranks, and the ambitious leaders within some parties, there is still a critical need for Anwar – who has played peacemaker before, bringing the many ideologies to unity.

Prior to 1998, Umno and BN had a free hand to use race and religion to manipulate the electorate. The opposition leader then was DAP supremo Lim Kit Siang and it was so easy to make it look like a fight between a Malay government vs a socialist Chinese party.

The opposition was fragmented beyond imagination. There had been right-wing religious group PAS that was made to look like fundamentalist fanatics, and the leftist DAP whom BN portrayed as "communists".

The situation was ideal for the BN government to pit these two parties against one another and to divide the opposition – such that they will never have more than one-third control of the Parliament. It looked like BN would rule forever.

The divide between the two main opposition parties existed right up till 2004. Then, Anwar – having spent six years in detention under former prime minister Dr Mahathir Mohamad's regime – made a comeback in 2006 after fixing his back and taking a stint as a lecturer in the UK and the US.

In two years, Anwar was able to rally the diverse political parties to face off with the BN government, denying them for the first time a two-third majority in Parliament during the 2008 GE.

The incredible feats of Anwar

When you think about the polar opposites of DAP and PAS, it truly is an incredible feat that Anwar was able to unite the opposition towards a single vision. Up to then, DAP and PAS were satisfied in their separate roles and agendas as opposition noise-makers. Anwar painted a picture of a new federal government and the possibility of winning the general elections.

Apart from uniting the political parties, he had painted a picture of a truly united Malaysia. He gave the masses a vision of "hope for a new Malaysia". Following the 2008 victory, Malaysians from all walks of life celebrated the new-found freedom and boldness to voice out against corruption and injustices.

In all his rallies, he cast the vision of a new Malaysia for all Malaysians. There was no turning back for the rakyat. This boldness later spun off into Bersih rallies, solidarity marches and mushrooming civil societies, seeking greater civil liberties for all Malaysians.

In 2013, Anwar held the fragile opposition together to ensure two-cornered fights against BN. The hunger for change was in the air, and the BN government had little confidence of their own victory. Without the help of government agencies, indeed victory may not have been theirs.

Still Anwar, as opposition leader, led the coalition into gaining more ground in Parliament. He was a real and present danger and a serious threat to the BN government. They had to remove Anwar from the picture and they set out to do whatever they could to return him to jail.

The future of BN rested on the ability to remove Anwar as opposition leader. His ability to unite the opposition and rally the masses were frightening for Umno and BN.

Is Anwar relevant? He is, and remains, the most dangerous weapon the opposition has against the BN government. I have been at the fringes of opposition politics for 17 years since Reformasi, and am of the opinion that the power struggle for the position of opposition leader is intense because he or she may very well be the next prime minister after the GE14.

This jockeying for position may tear the fragile opposition apart before they even capture Putrajaya. Anwar, however – with his statesman stature and the respect he commands from Gerakan Harapan Baru as a religious man and from DAP as a man of integrity and strength – will be the respected choice of all for prime minister.

Apart from that, he has the experience and international clout to lead Malaysia its premier. Anwar, therefore, is really the catalyst to unity for the opposition.

Unfortunately, the BN government acknowledges this threat and is bent on keeping him in jail. Factions in his own party are obvious and the vying for party president position is intense for this very reason. If Anwar is out, many would be silent just out of reverence for the man who most deserves and is most qualified for the position.

Some say, PKR and Pakatan Harapan should move on from Anwar. On the contrary, why should we allow the BN government to force us to abandon the most powerful and unifying factor of the coalition? Anwar is the icon of the resistance. He is the Mockingjay.

We should shout for his freedom and demand that all the wrongs done to him be corrected. We should demand for the truth, for justice to be carried out for him, and for the many cases that have found no resolution or justice.

www.telokkemang.blogspot.com/

0 ulasan
sumber :-

www.telokkemang.blogspot.com/


Seputar Kepopuleran Motor Injeksi dan penanganan-nya Satu Dasawarsa di Indonesia

Posted: 28 Dec 2015 04:59 PM PST

Di kawasan Asia termasuk Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna sepeda motor paling banyak. Untuk itu berbagai jenis dan varian motor telah beredar. Dan generasi sepeda motor mesin Injeksi sudah mulai marak kehadirannya. Kehadiran jenis motor bermesin injeksi ini tak lain untuk menunjang tingkat emisi gas buang yang rendah dan juga efisiensi bahan bakar. Persaingan motor injeksi tak terasa semakin kuat di antara berbagai brand yang ada.

Persaingan paling besar pada motor bermesin injeksi dapat langsung dirasakan pada jenis skuter matic. Berlomba-lomba memberikan kualitas mesin terbaik baik segi performa maupun efisiensinya. Tapi kelas motor sport juga tak mau kalah. Bahkan hingga brand motor Italia, Ducati memboyong semua variannya ke Indonesia. Dan secara total mungkin jumlah motor injeksi di Indonesia termasuk kelas moge bisa mencapai 20 lebih. Tapi hanya sekitar 18 motor bermesin injeksi yang telah banyak beredar dan dipergunakan di Indonesia

Ngomong- ngomong soal Motor Injeksi. Apa itu Injeksi ?? Injeksi bahan bakar adalah sebuah Teknologi yang digunakan dalam mesin pembakaran untuk mencampur  bahan bakar dengan udara sebelum dibakar. Penggunaan Teknologi Injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaa karburator.karena system injector membuat bahan bakar tercampur secara homogen.

 hal ini menjadikan injeksi bahan bakar dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat. Baik dalam proporsi dan keseragaman. Injeksi bahan bakar bisa berupa mekanik, elektronik maupun antara kedua nya. System pertama kali menggunakan injeksi mekanik, tapi pada taun 1980 an sudah mulai menggunakan injeksi system elektronik.

System elktronik modern menggunakan banyak sensor untuk mengawasi system kerja mesin dan sbuah unit control elektronik untuk menghitung jumlah ahan bakar yang diperlukan. Oleh karena itu, injeksi bahan bakar dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi polusi dan juga memberikan tenaga keluaran yang lebih baik.

Apabila pada sistem karburator, kendaraan membutuhkan penyetelan yang tepat agar bisa mendapatkan campuran bahan bakar dan udara atau AFR (Air–fuel ratio)yang optimal, sistem injeksi sudah terprogram secara komputer untuk mendapatkan rasio AFR yang optimal.

AFR :  Supaya bisa mendapatkan AFR yang optimal, injektor mengandalkan program komputer untuk mengontrol AFR nya. Perangkat elektronik yang bertugas untuk mengontrol kerja injektor ini bernama ECM atau Electronic Control Module.

Electronic Control Module:  memiliki settingan dan kontrol yang sudah terstandar dari pabriknya. ECM ini dapat secara otomatis mengontrol besaran bahan bakar dan udara yang pas pada kondisi – kondisi cuaca tertentu. Pada motor injeksi terdapat sensor udara, sensor inilah yang nantinya membantu ECM dalam mengkalkulasi AFR yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin dan udara sekitar mesin. Kurang lebih seperti inilah gambaran mengenai sistem injeksi pada motor. Konsepnya sama seperti sistem karburator, karena injeksi merupakan penyempurnaan dari sistem karburator.


Pelopor Motor Injeksi Di Indonesia
Perkembangan sepeda motor system injeksi di Indonesia popular di tahun 2005. Ketika PT. AHM (Astra Honda Motor) meluncurkan Honda Supra x 125 cc PGM-F1 konsumsi bahan bakar minyak (Bm) motor itu di  klaim 6% lebih hemat disbanding model Supra  x 125 karburator. Setelah AHM. Sekarang giliran PT. Yamaha Motor kencana Indonesia (YMKI) Motor ViXion 150 cc pada tahun 2007.


Suzuki juga meluncurkan  Motor Bertenagan Injeksi Shogun 125 cc Hyper Injection pada tahun 2008. Pada tahun 2008 kawasaki juga meluncurkan  KLX 250 dan yang terakhir TVS dengan Apache RTR 160 cc pada tahun 2009. Kelima Agen Tunggal merk tersebut adalah anggota asosiasi industry sepeda motor Indonesia. Dan Motor Ijeksi lainnya adalah Bajaj Pulsar 220 DTS-Fi.

Kini hampir semua merek sepeda motor di Indonesia sudah menjual berbagai motor dengan teknologi Injeksi. Dan seharusnya kita semakin paham dengan cara merawat motor injeksi dan mengawasi kondisi motor tersebut.

Kerusakan Motor Injeksi bisa diketahui  dengan komputerisasi yaitu pada lampu panel berwarna oranye. Jika lampu tersebut berkedip berarti ada yang tidak beres pada motor injeksi. Untuk menganalisisi tidak perlu makanik, kini pemilik sepeda motor tahu kalau ada kerusakan  pada motor.

Kunci nya adalah menjaga AKI dengan kondisi baik. Karena jika tegangan aki melemah kinerja  komponen injeksi juga ikut berpengaruh. Jika Aki sudah mulai Drop sebaiknya AKI dusah mulai diganti jagan biarkan kondisi tersebut sampai berlarut larut. Perawatan lainnya untuk motor ijeksi adalah jaga filter udara agar tetap bersih untuk menjadikan campuran bahan bakar dan udara agar tetap baik. Selanjutnya lihat performa Busi juga.

Usut punya usut mengenai AKI, bahwa Injeksi sensitive pada perangkat kelistrikan, itu adalah salah satu kelemahan motor injeksi, Injeksi memerlukan ECM untuk bekerja secara optimal dan ECM dikendalikan lewat Komputer melalui kelistrikan yang baik dan stabil. Maka Energi tersebut berasal dari AKI motor.


Walaupun demikian, opini sebagian orang menganggap Motor dengan pengapian mesin karburator  mempunyai kinerja putaran stasioneri dengan perbandingan campuran bensin dan udara yang kemudian disalurkan ke dalam mesin untuk dibakar. Dengan komposisi yang sederhana mesin karburator di klaim memiliki kelebihan lain yaitu perawatan mesin yang lebih  mudah serta biaya komponen suku cadang lebih terjangkau ketika terjadi kerusakan.  Mesin di Karburator juga tidak gampang rusak jika terkena air karena system kelistrikan lebih sederhana. Bahkan untuk meningkatkan performa nya hanya mengganti ukuran pilot jet atau main jet. Namun begitu Motor Injeksi lebih  baik dari segi efisiensi bahan bakar. Teknologi Injeksi adalah cara terbaik untuk mengontrol pemakaian bahan bakar di dunia dan berharap kedepan teknologi Injeksi bisa berkemampuan lebih baik lagi.

Pimpinan

Angkatan Muda

Cabang